DOSEN PMA : Erlani, SKM., M.Kes
MATA KULIAH : Sanitasi Kawasan Pesisir
MAKALAH
PENCEMARAN KAWASAN PESISIR
DISUSUN OLEH :
LARASATI AYU SUSANTI
PO714221181068
D.IV / II B
KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
SARJANA TERAPAN SANITASI LINGKUNGAN
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Pencemaran Kawasan Pesisir.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pencemaran kawasan pesisir. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Makassar, 21 Maret 2020
Penulis
DAFTAR ISI
SAMPUL.........................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................... ii DAFTAR ISI ................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang....................................................1
B. Rumusan Masalah........................................... 1 C.Tujuan Penulisan ...............................................1
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Kawasan Pesisir............................2
B.Contoh Pencemaran Kawasan Pesisir..........2
C.Dampak Pencemaran Pesisir..........................3D.Usaha Penanggulangan Pencemaran
Kawasan Pesisir.................................................4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................5
B. Saran ..................................................................5
DAFTAR PUSTAKA......................................................6
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Wilayah pesisir dan lautan Indonesia yang kaya dan beragam sumber daya alamnya telah dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber bahan makanan utama, khususnya protein hewani, sejak berabad-abad lamanya. Sementara itu kekayaan hidrokarbon dan mineral lainnya yang terdapat di wilayah ini juga telah dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional. Selain menyediakan berbagai sumber daya tersebut, wilayah pesisir dan lautan Indonesia memiliki berbagai fungsi lain, seperti transportasi dan pelabuhan, kawasan industri, agribisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata, serta kawasan permukiman dan tempat pembuangan limbah.
Namun kondisi lingkungan pesisir di beberapa pantai di Indonesia cenderung mengalami penurunan kualitas sehingga lingkungan pesisir di lokasi tersebut dapat berkurang fungsinya atau bahkan sudah tidak mampu berfungsi lagi untuk menunjang pembangunan dan kesejahteraan penduduk secara berkelanjutan. Penurunan kualitas lingkungan pesisir di banyak tempat terjadi terutama akibat pencemaran dan atau perusakan lingkungan di sekitanya baik yang berasal dari kegiatan di daratan maupun aktivitas di perairan itu sendiri, perusakan taman laut, terumbu karang dan hutan bakau, ini akibat eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam lingkungan pesisir dan laut pada umumnya. Agar fungsi lingkungan pesisir dapat dilestarikan, maka perlu dilakukan tindak kerja pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari kawasan pesisir?
2. Apa contoh pencemaran kawasan pesisir?
3. Apa dampak yang ditimbulkan dari
pencemaran kawasan pesisir?
4. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk
menanggulangi dan mengurangi tingkat
pencemaran kawasan pesisir?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian kawasan
pesisir.
2. Untuk mengetahui contoh dari
pencemaran kawasan pesisir.
3. Untuk mengetahui dampak dari
pencemaran pesisir.
4. Untuk mengetahui upaya yang dapat
dilakukan untuk penanggulangan
pencemaran kawasan pesisir.
BAB II
ISI
A. Pengertian Kawasan PesisirWilayah pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut, dengan batas ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, pasang surut, perembesan air laut (intrusi) yang dicirikan oleh vegetasinya yang khas, sedangkan batas wilayah pesisir ke arah laut mencakup bagian atau batas terluar daripada daerah paparan benua (continental shelf), dimana ciri-ciri perairan ini masih dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun proses yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran (Bengen, 2002).
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu, wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berinteraksi, dimana ke arah laut 12 mil dari garis pantai untuk propinsi dan sepertiga dari wilayah laut itu (kewenangan propinsi) untuk kabupaten/kota ke arah darat batas administrasi kabupaten/kota.
B. Contoh Pencemaran Kawasan Pesisir
Pertumbuhan jumlah penduduk yang mendiami wilayah pesisir dan meningkatnya kegiatan pariwisata juga akan meningkatkan jumlah sampah dan kandungan bakteri yang dapat menyebabkan berbagai kerugian bagi lingkungan pesisir serta pencemaran yang berasal dari limbah industry dan kapal-kapal disepanjang kawasan pesisir umumnya mengandung logam berat.
1. Ciri-Ciri Pencemaran Pesisir:
a. Adanya limbah idustri di sungai yang
meresap ke tanah.
b. Terdapat banyak sampah-sampah di
daerah pesisir dan pantai. Sampah yang bersifat organic maupun nonorganik
juga dibuang ke laut melalui sistem DAS.
c. Terjadinya perubahan kondisi alam
menjadi lingkungan buatan dengan
dibangunnya beberapa fasilitas
penunjang yang diperluka.
d. Adanya pencemaran limbah minyak
yang terjadi di pantai baik yang di
sengaja maupun yang tidak disengaja.
e. Rusaknya hutan mangrove di daerah
pesisir pantai.
f. Hancurnya organisme yang membuat
laut menjadi semakin tidak subur.
2. Beberapa kegiatan manusia yang dapat
menyebabkan pencemaran pesisir dan
pantai adalah sebagai berikut:
a. Penambangan karang dengan atau tanpa
bahan peledak, Penangkapan ikan
menggunakan racun sianida dan bahan
peledak.
b. Penambatan jangkar perahu.
c. Pembuangan sampah rumah tangga
d. Pembukaan lahan untuk pertanian,
pengembangan kota dan industri,
penebangan kayu dan penambangan di
daerah aliran sungai (DAS)
mengakibatkan terjadinya pencemaran
dan perobahan lingkungan wilayah
pesisir.
e. Pembukaan hutan mangrove untuk
kepentingan pemukiman, pembangunan
infrastuktur dan perikanan tambak
dapat mengakibatkan erosi pantai.
f. Sumber pencemaran pesisir dan pantai
dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian
yaitu:
1) Industri,
2) Limbah cair pemukiman (sewage),
3) Limbah cair perkotaan (urban
stormwater),
4) Pertambangan,
5) Pelayaran (shipping)
C. Dampak Pencemaran Pesisir
Dampak negatif dari pencemaran tidak hanya membahayakan kehidupan biota dan lingkungan laut, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia atau bahkan menyebabkan kematian, mengurangi atau merusak nilai estetika lingkungan pesisir dan lautan dan menimbulkan kerugian secara sosial ekonomi.
Kerusakan garis pantai di Indonesia mencapai 20 persen dari total 95.000 km garis pantai di sepanjang wilayah Indonesia. Kerusakan ini antara lain diakibatkan oleh perubahan lingkungan dan abrasi pantai. Akibat dari rusaknya garis pantai ini dapat memberikan pengaruh pada berbagai sektor seperti pariwisata, transportasi laut, keberadaan lahan produktif, keanekaragaman hayati, hingga pergeseran batas negara..
Sebuah kenyataan yang pahit melihat rekor garis pantai kita yang terpanjang kedua di dunia harus bersanding dengan rekor kerusakan yang mencapai 20 persen.Tanpa perlu mencari kambing hitam, sepertinya kita bersama harus mulai menanamkan kesadaran akan arti pentingnya garis pantai yang kita punyai sehingga kita tergerak untuk menjaganya.
D. Usaha Penanggulangan Pencemaran
- Kawasan Pesisir
Penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut perlu dilakukan secara hati-hati agar tujuan dari upaya dapat dicapai. Mengingat bahwa subjek dan objek penanggulangan ini terkait erat dengan keberadaan masyarakat pesisir, dimana mereka juga mempunyai ketergantungan yang cukup tinggi terhadap ketersediaan sumberdaya di sekitar, seperti ikan, udang, kepiting, kayu mangrove, dan sebagainya, maka penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut yang berbasis masyarakat menjadi pilihan yang bijaksana untuk diimplementasikan.
Tujuan khusus penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut berbasis masyarakat dalam hal ini dilakukan untuk
1) Meningkatkan kesadaran masyarakat
mengenai pentingnya menanggulangi
kerusakan lingkungan;
2) Meningkatkan kemampuan masyarakat
untuk berperan serta dalam pengembangan
rencana penanggulangan kerusakan
lingkungan secara terpadu yang sudah
disetujui bersama;
3) Membantu masyarakat setempat memilih
dan mengembangkan aktivitas ekonomi yang
lebih ramah lingkungan; dan
4) Memberikan pelatihan mengenai sistem
pelaksanaan dan pengawasan upaya
penanggulangan kerusakan lingkungan
pesisir dan laut berbasis masyarakat.
Namun mengingat bahwa lingkungan pesisir di sepanjang garis pantai, dapat dipengaruhi/mempengaruhi lingkungan perairan dan daratannya, maka dalam pelaksanaannya, ruang, lingkup program kerja ini akan meliputi lingkungan perairan dan daratan pantai yang mempengaruhi dan akan dipengaruhi oleh lingkungan pantai
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Wilayah pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut, dengan batas ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, pasang surut, perembesan air laut (intrusi) yang dicirikan oleh vegetasinya yang khas. Pencemaran pesisir dapat disebabkan beberapa factor, diantaranya : industri,, limbah cair pemukiman (sewage), limbah cair perkotaan (urban stormwater), pertambangan, pelayaran (shipping). Dampak negatif dari pencemaran tidak hanya membahayakan kehidupan biota dan lingkungan laut, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia atau bahkan menyebabkan kematian, mengurangi atau merusak nilai estetika lingkungan pesisir dan lautan dan menimbulkan kerugian secara sosial ekonomi.
B. Saran
1. Kesadaran untuk menjaga dan meletarikan
laut dimulai dari diri sendiri, kemudian
dilanjutkan oleh pelajar, pemuda dan
mahasiswa sebagai kaum intelektual yang
memiliki wawassan tentang pesisir dan
laut.
2. Perlunya digalakkan suatu gerakan yang
menghimpun masyarakat terutama daerah
pesisir untuk senantiasa menjaga dan
melestarikan pesisir dan segala potensinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar