Selasa, 24 Maret 2020

Kesehatan Lingkungan : Makalah Pencemaran Kawasan Pesisir


DOSEN PMA    : Erlani, SKM., M.Kes
MATA KULIAH : Sanitasi Kawasan Pesisir


MAKALAH
 PENCEMARAN KAWASAN PESISIR



DISUSUN OLEH :

LARASATI AYU SUSANTI
PO714221181068
D.IV / II B



KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
SARJANA TERAPAN SANITASI LINGKUNGAN
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2020




KATA PENGANTAR
Puji syukur saya  panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Pencemaran Kawasan Pesisir.
       Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pencemaran kawasan pesisir. Saya  juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya  mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.





Makassar, 21 Maret 2020



Penulis




DAFTAR ISI
SAMPUL.........................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................... ii  DAFTAR ISI ................................................................ iii  BAB I PENDAHULUAN
     A.Latar Belakang....................................................1
    B. Rumusan Masalah........................................... 1       C.Tujuan Penulisan ...............................................1
BAB II PEMBAHASAN
     A.Pengertian Kawasan Pesisir............................2
     B.Contoh Pencemaran Kawasan Pesisir..........2
    C.Dampak Pencemaran Pesisir..........................3
D.Usaha Penanggulangan Pencemaran
Kawasan Pesisir.................................................4
BAB III PENUTUP
     A.  Kesimpulan ......................................................5
     B.  Saran ..................................................................5 
DAFTAR PUSTAKA......................................................6


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
      Wilayah pesisir dan lautan Indonesia yang kaya dan beragam sumber daya alamnya telah dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber bahan makanan utama, khususnya protein hewani, sejak berabad-abad lamanya. Sementara itu kekayaan hidrokarbon dan mineral lainnya yang terdapat di wilayah ini juga telah dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional. Selain menyediakan berbagai sumber daya tersebut, wilayah pesisir dan lautan Indonesia memiliki berbagai fungsi lain, seperti transportasi dan pelabuhan, kawasan industri, agribisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata, serta kawasan permukiman dan tempat pembuangan limbah.
    Namun kondisi lingkungan pesisir di beberapa pantai di Indonesia cenderung mengalami penurunan kualitas sehingga lingkungan pesisir di lokasi tersebut dapat berkurang fungsinya atau bahkan sudah tidak mampu berfungsi lagi untuk menunjang pembangunan dan kesejahteraan penduduk secara berkelanjutan. Penurunan kualitas lingkungan pesisir di banyak tempat terjadi terutama akibat pencemaran dan atau perusakan lingkungan di sekitanya baik yang berasal dari kegiatan di daratan maupun aktivitas di perairan itu sendiri, perusakan taman laut, terumbu karang dan hutan bakau, ini akibat eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam lingkungan pesisir dan laut pada umumnya. Agar fungsi lingkungan pesisir dapat dilestarikan, maka perlu dilakukan tindak kerja pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan tersebut.

B. Rumusan Masalah
     1. Apa pengertian dari kawasan pesisir?
     2. Apa contoh pencemaran kawasan pesisir?
     3. Apa dampak yang ditimbulkan dari
         pencemaran kawasan pesisir?
     4. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk
         menanggulangi dan mengurangi tingkat
         pencemaran kawasan pesisir?

C. Tujuan
     1. Untuk mengetahui pengertian kawasan
         pesisir.
     2. Untuk mengetahui contoh dari
         pencemaran kawasan pesisir.
     3. Untuk mengetahui dampak dari
         pencemaran pesisir.
     4. Untuk mengetahui upaya yang dapat
         dilakukan untuk penanggulangan
         pencemaran kawasan pesisir.



BAB II
ISI

A. Pengertian Kawasan Pesisir
           Wilayah  pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut, dengan batas ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, pasang surut, perembesan air laut (intrusi) yang dicirikan oleh vegetasinya yang khas, sedangkan batas wilayah pesisir ke arah laut mencakup bagian atau batas terluar daripada daerah paparan benua (continental shelf), dimana ciri-ciri perairan ini masih dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun proses yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran (Bengen, 2002).
          Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu, wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berinteraksi, dimana ke arah laut 12 mil dari garis pantai untuk propinsi dan sepertiga dari wilayah laut itu (kewenangan propinsi) untuk kabupaten/kota  ke arah darat batas administrasi kabupaten/kota.

B. Contoh Pencemaran Kawasan Pesisir
            Pertumbuhan jumlah penduduk yang mendiami wilayah pesisir dan meningkatnya kegiatan pariwisata juga akan meningkatkan jumlah sampah dan kandungan bakteri yang dapat menyebabkan berbagai kerugian bagi lingkungan pesisir serta pencemaran yang berasal dari limbah industry dan kapal-kapal disepanjang kawasan pesisir umumnya mengandung logam berat.
    1. Ciri-Ciri Pencemaran Pesisir:
         a. Adanya limbah idustri di sungai yang
             meresap ke tanah.
         b. Terdapat banyak sampah-sampah di
             daerah pesisir dan pantai. Sampah yang                 bersifat organic maupun nonorganik
             juga dibuang ke laut melalui sistem DAS.
         c. Terjadinya perubahan kondisi alam
             menjadi lingkungan buatan dengan
             dibangunnya beberapa fasilitas
             penunjang yang diperluka.
         d. Adanya pencemaran limbah minyak
             yang terjadi di pantai baik yang di
             sengaja maupun yang tidak disengaja.
         e. Rusaknya hutan mangrove di daerah
             pesisir pantai.
         f.  Hancurnya organisme yang membuat
             laut menjadi semakin tidak subur.
    2.  Beberapa kegiatan manusia yang dapat
         menyebabkan pencemaran pesisir dan
         pantai adalah sebagai berikut:
         a. Penambangan karang dengan atau tanpa
             bahan peledak, Penangkapan ikan
             menggunakan racun sianida dan bahan
             peledak.
         b. Penambatan jangkar perahu.
         c. Pembuangan sampah rumah tangga
         d. Pembukaan lahan untuk pertanian,
             pengembangan kota dan industri,
             penebangan kayu dan penambangan di
             daerah aliran sungai (DAS)
             mengakibatkan terjadinya pencemaran
            dan perobahan lingkungan wilayah
            pesisir.
         e. Pembukaan hutan mangrove untuk
             kepentingan pemukiman, pembangunan
             infrastuktur dan perikanan tambak
             dapat mengakibatkan erosi pantai.
         f. Sumber pencemaran pesisir dan pantai
             dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian
             yaitu:
            1) Industri,
            2) Limbah cair pemukiman (sewage),
            3) Limbah cair perkotaan (urban
                 stormwater),
            4) Pertambangan,
            5) Pelayaran (shipping)

C. Dampak Pencemaran Pesisir
           Dampak negatif dari pencemaran tidak hanya membahayakan kehidupan biota dan lingkungan laut, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia atau bahkan menyebabkan kematian, mengurangi atau merusak nilai estetika lingkungan pesisir dan lautan dan menimbulkan kerugian secara sosial ekonomi.
          Kerusakan garis pantai di Indonesia mencapai 20 persen dari total 95.000 km garis pantai di sepanjang wilayah Indonesia. Kerusakan ini antara lain diakibatkan oleh perubahan lingkungan dan abrasi pantai. Akibat dari rusaknya garis pantai ini dapat memberikan pengaruh pada berbagai sektor seperti pariwisata, transportasi laut, keberadaan lahan produktif, keanekaragaman hayati, hingga pergeseran batas negara..
          Sebuah kenyataan yang pahit melihat rekor garis pantai kita yang terpanjang kedua di dunia harus bersanding dengan rekor kerusakan yang mencapai 20 persen.Tanpa perlu mencari kambing hitam, sepertinya kita bersama harus mulai menanamkan kesadaran akan arti pentingnya garis pantai yang kita punyai sehingga kita tergerak untuk menjaganya.

D. Usaha Penanggulangan Pencemaran

  1.      Kawasan Pesisir

           Penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut perlu dilakukan secara hati-hati agar tujuan dari upaya dapat dicapai. Mengingat bahwa subjek dan objek penanggulangan ini terkait erat dengan keberadaan masyarakat pesisir, dimana mereka juga mempunyai ketergantungan yang cukup tinggi terhadap ketersediaan sumberdaya di sekitar, seperti ikan, udang, kepiting, kayu mangrove, dan sebagainya, maka penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut yang berbasis masyarakat menjadi pilihan yang bijaksana untuk diimplementasikan.
          Tujuan khusus penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut berbasis masyarakat dalam hal ini dilakukan untuk
1)  Meningkatkan kesadaran masyarakat
      mengenai pentingnya menanggulangi
      kerusakan lingkungan;
2)  Meningkatkan kemampuan masyarakat
      untuk berperan serta dalam pengembangan
      rencana penanggulangan kerusakan
      lingkungan secara terpadu yang sudah
     disetujui bersama;
3)  Membantu masyarakat setempat memilih
      dan mengembangkan aktivitas ekonomi yang
      lebih ramah lingkungan; dan
4)  Memberikan pelatihan mengenai sistem
      pelaksanaan dan pengawasan upaya
      penanggulangan kerusakan lingkungan
      pesisir dan laut berbasis masyarakat.
           Namun mengingat bahwa lingkungan pesisir di sepanjang garis pantai, dapat dipengaruhi/mempengaruhi lingkungan perairan dan daratannya, maka dalam pelaksanaannya, ruang, lingkup program kerja ini akan meliputi lingkungan perairan dan daratan pantai yang mempengaruhi dan akan dipengaruhi oleh lingkungan pantai



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Wilayah pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut, dengan batas ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, pasang surut, perembesan air laut (intrusi) yang dicirikan oleh vegetasinya yang khas. Pencemaran pesisir dapat disebabkan beberapa factor, diantaranya : industri,, limbah cair pemukiman (sewage), limbah cair perkotaan (urban stormwater), pertambangan, pelayaran (shipping). Dampak negatif dari pencemaran tidak hanya membahayakan kehidupan biota dan lingkungan laut, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia atau bahkan menyebabkan kematian, mengurangi atau merusak nilai estetika lingkungan pesisir dan lautan dan menimbulkan kerugian secara sosial ekonomi.
B. Saran
     1. Kesadaran untuk menjaga dan meletarikan
         laut dimulai dari diri sendiri, kemudian
         dilanjutkan oleh pelajar, pemuda dan
         mahasiswa sebagai kaum intelektual yang
         memiliki wawassan tentang pesisir dan
         laut.
     2. Perlunya digalakkan suatu gerakan yang
         menghimpun masyarakat terutama daerah
         pesisir untuk senantiasa menjaga dan
         melestarikan pesisir dan segala potensinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesehatan Lingkungan: Laporan Pemeriksaan Boraks Secara Kualitatif Pada Tahu

MATA KULIAH: Penyehatan Makanan dan Minuman DOSEN : Khiki Purnawati Kasim, SST., M.Kes    LAPORAN PEMERIKSAAN BORAKS SECARA KUA...